Asing dan Hilang
Kita pernah mengukir tawa, memecah sore yang biasa saja.
Kita pernah saling terbawa dalam perasaan tak terduga.
Kita pernah bersama dalam jangka
Kita pernah saling mengagumi, walau itu hanya sebuah "pernah"
Kita pernah saling terbawa dalam perasaan tak terduga.
Kita pernah bersama dalam jangka
Kita pernah saling mengagumi, walau itu hanya sebuah "pernah"
Bukan lagi aku wanita yang kamu tunggu.
Bukan lagi aku wanita yang kamu harap.
Tapi, masih kamu pria yang aku nantikan
Masih kamu, pria yang aku panjatkan
Bukan lagi aku wanita yang kamu harap.
Tapi, masih kamu pria yang aku nantikan
Masih kamu, pria yang aku panjatkan
Kini, kabarmu telah hilang
Bersama untaian kata-kata manismu
Kini, sosokmu telah asing
Asing dan enggan aku nikmati bayangnya.
Bersama untaian kata-kata manismu
Kini, sosokmu telah asing
Asing dan enggan aku nikmati bayangnya.
Kamu perlahan hilang setelah datang tanpa sapaan
Kamu perlahan asing setelah kita bersama terlalu sering.
Kamu perlahan asing setelah kita bersama terlalu sering.
Komentar
Posting Komentar