BERANJAK
dewasa adalah pilihan. tua adalah kepastian
begitu kata orang-orang.
bagiku, tua hanyalah masa,
dan dewasa adalah perjalanan.
tentang bagaimana cara mencari jati diri, menemukannya,
dan melanjutkan kisah yang bermakna.
tentang bagaimana kita mewujudkan mimpi,
tentang bagaimana kita menjamah perkara tinggi,
tentang bagaimana kita mengolah materi,
mengolah isi hati, dan emosi
semua tercetak dalam rangkaian presisi.
ada kalanya, kita akan terlalu lelah
tentang begitu latahnya dunia.
dan itulah pilihan langkah,
bukan dewasa yang terpaksa.
ketika beranjak, berkurang usia, menginjak tua,
memanjat doa, mengharap doa terbaik pada sang Kuasa.
tanpa kita sadari, kita hanya sekedar mengharap,
tanpa terimakasih dan embel embel sergap.
sudah tahu dirikah kita ?
bahwa apa yang kita nikmati adalah sepenuhnya campur tangan Tuhan
sudah tahu dirikah kita ?
bahwa semua yang tinggal sekarang, tidak akan selamanya bertahan.
waktu dan keadaan menyeleksinya dengan sengit
mengutuk tragedi lawas yang menjerit.
dan kita akan benar benar tinggal seorang diri
bersama bayangan yang kian menepi.
terimakasihlah pada Tuhan dan semesta.
teruslah berkembang menjadi manusia yang sebenarnya.
dengan jati diri yang utuh.
dengan harapan baru yang gemuruh.
Yogyakarta, 12 oktober 2018
Annisa NL
begitu kata orang-orang.
bagiku, tua hanyalah masa,
dan dewasa adalah perjalanan.
tentang bagaimana cara mencari jati diri, menemukannya,
dan melanjutkan kisah yang bermakna.
tentang bagaimana kita mewujudkan mimpi,
tentang bagaimana kita menjamah perkara tinggi,
tentang bagaimana kita mengolah materi,
mengolah isi hati, dan emosi
semua tercetak dalam rangkaian presisi.
ada kalanya, kita akan terlalu lelah
tentang begitu latahnya dunia.
dan itulah pilihan langkah,
bukan dewasa yang terpaksa.
ketika beranjak, berkurang usia, menginjak tua,
memanjat doa, mengharap doa terbaik pada sang Kuasa.
tanpa kita sadari, kita hanya sekedar mengharap,
tanpa terimakasih dan embel embel sergap.
sudah tahu dirikah kita ?
bahwa apa yang kita nikmati adalah sepenuhnya campur tangan Tuhan
sudah tahu dirikah kita ?
bahwa semua yang tinggal sekarang, tidak akan selamanya bertahan.
waktu dan keadaan menyeleksinya dengan sengit
mengutuk tragedi lawas yang menjerit.
dan kita akan benar benar tinggal seorang diri
bersama bayangan yang kian menepi.
terimakasihlah pada Tuhan dan semesta.
teruslah berkembang menjadi manusia yang sebenarnya.
dengan jati diri yang utuh.
dengan harapan baru yang gemuruh.
Yogyakarta, 12 oktober 2018
Annisa NL
Komentar
Posting Komentar