Kehilangan Sebelum Memiliki

Teruntuk kamu, kemustahilan yang selalu aku harapkan.
Sempat aku merasa bahwa akulah wanita beruntung. Namun pada akhirnya fasenya akan sama.
Datang, nyaman, dan menghilang.
Ini bukan salahmu, salahku yang tak bisa mengendalikan perasaanku. Aku terlalu antusias berada di dekatmu, aku terlalu tamak ingin memilikimu.
Bahkan, aku terlalu egois untuk menghiraukan logika dan posisiku di kehidupanmu.

Aku jatuh hati padamu pada kesan pertama, bukan pandangan pertama. aku jatuh hati dengan caramu berfikir, caramu menanggapi celotehku, caramu mencairkan suasana, dan semua yang berkaitan dengan uniknya dirimu. Saat itu aku mulai mengagumimu untuk pertama kali.

Kau pernah bilang, mengenalku, bukan suatu kesalahan.
saat itu aku tersenyum bangga, dan aku menjawab dalam hati "kau tau? mengenalmu pun adalah pencapaian dan syukurku."
kamu bahkan tak tau, betapa aku berusaha menolak rasa yang datang, yang selalu berperang melawan logika.
Hatiku ingin terus lari padamu, logikaku melarangnya dengan kuat.
tapi tetap saja aku ini egois. mejadi tuli dan menutup semua kemungkinan, padahal aku mengetahuinya.

Seandainya, aku bisa menjadi wanita yang kamu tunggu balasannya, aku ingin menjadi wanita yang kamu sebut dalam doamu seperti aku menyebut namamu dalam doaku.
Seandainya aku seberuntung dia, wanita yang kamu utamakan sekarang. aku selalu berandai-andai seperti ini, sampai pada akhirnya aku terlalu jauh mengandai, dan aku terjatuh sangat keras. aku sakit. dan kamu tak peduli, atau bahkan kamu tau, tapi kamu tak mau tau.

Aku butuh alasan, mengapa kamu tiba tiba menghilang, bahkan saat aku belum memilikimu.
meski kamu pernah berceletuk padaku, "mengapa punya ambisi memiliki seseorang, bukankah seperti ini saja sudah nyaman."
Kamu tau? memiliki bukan berarti memiliki raga, dirimu, tubuhmu, bukan itu.
Definisi memiliki itu luas. memiliki yang kumaksud adalah memiliki hatimu, bahkan di saat kamu bersama orang lain yang jauh lebih sempurna daripada aku, hatimu tetap untukku.
bukan berpatok pada sebuah status, tapi lebih kepada menetapkan pada siapa hati kita terjaga.

Nyatanya aku hanyalah sebuah opsi dari beberapa pilihanmu. bahkan pilihan terakhir.
Aku ingat saat kata-kata manismu membiusku, membuatku menjadi manusia yang paling kasmaran di dunia.
dan selalu akan menjadi seistimewa itu, sampai pada akhirnya hatiku lelah memendam dan menunggumu.
Aku tidak mudah jatuh hati, maka aku tidak mudah melepaskan. biarkan rasa ini lepas perlahan seiring bermekarnya jarak asing diantara kita.
Kita hanya saling penasaran. jika penasaran terjawab, semua telah usai. sayangnya penasaranmu berhenti, dan penasaranku berlanjut di Hati.

Maka nantinya, kita akan dipertemukan kembali pada perasaan yang berbeda di waktu yang tepat.jangan pernah berubah menjadi manusia baik dan ramah. jangan pernah beri kenyamanan palsu pada wanita lemah seperti aku,nanti dan selanjutnya.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Asing dan Hilang